

Pulau Pinang, Malaysia — Semarak bulan suci Ramadhan membawa kehangatan tersendiri bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pulau Pinang. Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, Sanggar Bimbingan PERMAI Penang mendapat kehormatan istimewa dengan hadirnya Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Penang, Bapak Wanton Saragih, beserta Ibu Sintha Wanton selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Penang.
Kunjungan silaturahmi ini disambut dengan antusias oleh anak-anak dan pengurus sanggar, sebagaimana terlihat dari layar penyambutan khusus yang disiapkan di ruang belajar utama. Agenda utama dalam anjangsana ini adalah penyerahan apresiasi dan hadiah bagi para pemenang “Lomba Semarak Ramadhan” yang telah diikuti oleh siswa-siswi Sanggar Bimbingan PERMAI.
Senyum semringah dan keceriaan memancar dari wajah anak-anak saat mereka memegang piala, sertifikat penghargaan, serta berbagai bingkisan hadiah. Tidak hanya mengapresiasi prestasi anak-anak, rombongan DWP dan staf KJRI yang tampil kompak juga mendistribusikan bantuan paket takjil untuk berbuka puasa serta donasi pakaian bagi anak-anak sanggar.
Bantuan dan hadiah tersebut diterima dengan penuh rasa syukur oleh pengurus Sanggar Bimbingan PERMAI Penang, Bapak Agung Kartajaya, yang turut didampingi oleh para pengajar yang selama ini berdedikasi mendampingi proses belajar mengajar anak-anak di sanggar.
Turut mendampingi Bapak Konjen RI dalam lawatan ini antara lain Bapak Safaat Ghofur (Penerangan Sosial Budaya / Pensosbud I KJRI Penang), Bapak Lukito, serta jajaran staf dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Penang.
Kegiatan yang dibalut dalam suasana kekeluargaan khas Ramadhan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran perwakilan negara bersama organisasi Dharma Wanita Persatuan terhadap anak-anak WNI di tanah perantauan.
Diharapkan, apresiasi dan tali asih di bulan suci ini dapat melipatgandakan motivasi anak-anak untuk terus semangat belajar dan berprestasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat sejak dini.