

PENANG, 24 JUNI 2026 — Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang kembali memfasilitasi program Pengabdian Kepada Masyarakat bertaraf internasional (PkM-LN). Pada pertengahan tahun ini, giliran delegasi dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang hadir langsung di Learning Centre PERMAI.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung sejak 22 hingga 25 Juni 2026 ini membawa misi penting bagi generasi muda di perantauan. Program tersebut secara khusus mengusung tema tentang optimalisasi transmisi budaya Indonesia melalui pelatihan seni untuk anak-anak diaspora di Sanggar Bimbingan (SB) PERMAI Penang.
Padukan Praktik Seni dan Media Digital Interaktif
Dalam pelaksanaannya, anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) diajak untuk mendalami kekayaan budaya tanah air melalui praktik langsung di bidang seni musik, seni tari, dan seni rupa. Menariknya, tim UPI turut mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran mereka melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis Interactive Digital Flipbook.
Momen penyerahan karya Flipbook kepada pihak pengelola tersebut turut diabadikan bersama jajaran pengurus PERMAI saat prosesi penandatanganan dokumen dan serah terima. Penggunaan media digital ini diharapkan mampu membuat proses pengenalan budaya bangsa menjadi lebih menarik dan mudah dicerna oleh anak-anak Generasi Z.
Delegasi pengabdian inovatif ini diketuai oleh Non Dwishiera C.A, M.Pd., dengan didampingi oleh anggota tim ahli yakni Dr. Ira Rengganis, S.Pd., M.Sn., dan Ari Arasy Magistra. Selain itu, dua orang mahasiswa UPI, Kandita Ratna Intan dan Deliayani Sridevi, juga turut serta mendampingi kelancaran jalannya program.
Keceriaan Belajar Musik Bersama Anak Sanggar

Suasana pelatihan seni berlangsung sangat semarak dan penuh keceriaan. Hal ini terlihat jelas dari antusiasme anak-anak Sanggar Bimbingan saat mereka duduk bersama berlatih memainkan alat musik pianika secara serempak di bawah arahan tim UPI.
Rangkaian kegiatan pengabdian yang sarat akan nilai edukasi dan kebudayaan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat penghargaan kepada para pihak yang terlibat. Melalui inisiatif seperti ini, PERMAI dan institusi pendidikan tanah air berharap akar budaya Indonesia tidak akan pernah luntur dari sanubari anak-anak bangsa, sejauh apa pun mereka melangkah di negeri orang.
