
PENANG, 20 JULI 2026 — Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang kembali menjadi ruang kolaborasi akademik yang inspiratif bagi kampus-kampus tanah air. Pada Senin (20/07), sebanyak 25 orang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melangsungkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset di lingkungan Sanggar Bimbingan PERMAI Penang.
Kehadiran puluhan mahasiswa ini membawa program khusus yang bertajuk Magang Riset dan KKN Terpadu Internasional. Program ini dirancang untuk memadukan pengabdian masyarakat dengan pengumpulan data penelitian, sehingga luaran yang diberikan kepada komunitas diaspora dapat lebih terukur dan tepat sasaran.
Belajar Interaktif Bersama Anak Sanggar Bimbingan
Suasana edukatif yang hangat dan meriah sangat terasa memenuhi ruangan Learning Centre PERMAI. Para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati tampak luwes dan antusias membimbing anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui berbagai permainan serta sesi kuis edukatif yang ditampilkan pada layar interaktif. Anak-anak Sanggar Bimbingan pun terlihat penuh semangat dan tanpa canggung mengikuti arahan dari kakak-kakak mahasiswa yang tampil mendampingi mereka di atas panggung.
Metode pembelajaran yang menggabungkan kedekatan personal dan pemanfaatan media digital ini terbukti ampuh dalam menarik minat belajar anak-anak perantauan. Di sela-sela aktivitas pengajaran tersebut, para mahasiswa secara paralel melakukan observasi dan riset terkait kondisi sosial serta perkembangan pendidikan anak-anak pekerja migran di Malaysia.
Sinergi Riset untuk Masa Depan Pendidikan Diaspora
Melalui pendekatan KKN berbasis riset ini, pengurus PERMAI Penang berharap hasil penelitian yang dihimpun oleh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati kelak dapat menghasilkan rekomendasi yang solutif. Masukan dari dunia akademik sangat dibutuhkan untuk perbaikan kurikulum serta metode pendampingan yang ada di Sanggar Bimbingan.
Kolaborasi apik ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat yang diiringi dengan penelitian mendalam mampu memberikan dampak positif yang berkesinambungan. Sinergi ini hadir demi memastikan pemenuhan hak pendidikan anak-anak Indonesia di perantauan terus berjalan ke arah yang lebih baik.